Posts Tagged ‘william tanuwijaya’

Wawancara dengan Pendiri Tokopedia

Bikin Online Marketplace, atow mungkin boleh Omje bilang Online Mall, ga mudah, baik dari segi business developmentnya maupun web developmentnya. Harus direncanakan dengan baik dan matang. Apalagi kalo dalam konteks sekarang, Online Marketplace dah bejibun, ada dimana-mana, sampe Omje sendiri pusing milihnya. Ada Tokopedia, Tokobagus, Berniaga, Rakuten, Kaskus, dll.

(Note: kalo kata Om Wil mah, ada perbedaan antara web Online Marketplace dengan web Online Advplace, web jualan dan web iklan, coba baca wawancaranya)

Dari segi business development, OM itu harus lahir sebagai sebuah solusi dari praktek bisnis yang ada. Solusi buat pembeli dan solusi juga buat penjual. Kalo ga ada solusi yang ditawarkan, karakter bisnisnya nanti ga bakalan kuat.

Dalam konteks Tokopedia, kata Om Wil, web OM nya itu lahir sebagai solusi atas permasalahan bisnis online yang ada. Bagi penjual tokopedia merupakan solusi untuk menghemat biaya pembuatan toko online, karena buka lapak di tokopedia gratis. Dan menyederhanakan pekerjaan bikin toko online, karena buka lapak di tokopedia gampang, tinggal register, wis..tinggal pajang barang.

Sementara dari sisi pembeli, tokopedia merupakan solusi untuk menjawab permasalahan penipuan jual beli online yang sedang marak. Beli online di tokopedia aman, karena tokopedia memposisikan diri sebagai mediator. Kalo boleh omje bilang, jadi semacam rekening bersama gitu lah.

Itu dari segi business dev nya, sementara web dev nya, karena itu yg jadi concern omje :), ternyata Om Wil butuh waktu 6 bulan untuk ngebikin framework tokopedia, dari Januari – Juli 2009.

So, ada yang mau to reinvent the wheel? 🙂

Silahkan baca wawancara lengkapnya disini:

Keseriusan William Tanuwijaya Mengolah Tokopedia | NavinoT.

Why Reinvent The Wheel?

Omje nemuin quote yang menarik nih dari salah seorang pendiri Tokopedia.com, William Tanuwijaya:

Jika saja semua pelaku pasar berpikir seperti ini, maka Google dan Facebook misalnya tidak akan pernah lahir. Para co-founder Google juga mendapatkan kendala yang sama ketika mencoba mencari investor. Pasalnya sudah ada search engine pendahulu lewat Lycos di tahun 1994, Altavista dan Excite di tahun 1995. Bahkan kesemua pendahulu tersebut gagal dalam generate revenue / membuat model bisnis untuk produk search-engine mereka. Siapa yang menyangka Google, Inc. kemudian akan menjadi perusahaan internet paling besar di dunia?

Mark Zuckerberg, pendiri Facebook juga termasuk pihak yang berani reinventing the wheel; membuat sebuah website social-networking baru ketika sudah ada myspace yang lebih dulu populer di belahan Amerika?

The entrepreneur in us sees opportunities everywhere we look, but many people see only problems everywhere they look. The entrepreneur in us is more concerned with discriminating between opportunities than he or she is with failing to see the opportunities – Michael Gerber

Ini link url sumbernya:

Blog | Tokopedia » Perjalanan Mencari Investor.